- Operasi

Mengenal Rekonstruksi ACL, Perawatan Cidera Lutut

Rekonstruksi ACL, singkatan dari anterior cruciate ligament merupakan sebuah prosedur bedah medis untuk mengembalikan stabilitas dan kekuatan lutut setelah ligamen robek. Sisa-sisa dari ligamen yang rusak tersebut harus dibersihkan dan diganti dengan ligamen lain dari tubuh Anda atau jaringan dari sebuah cadaver. Lutut adalah sendi engsel di mana femur atau dikenal dengan nama tulang paha, bertemu dengan tibia dan tulang kering. Persendian yang penting ini disatukan oleh 4 jenis ligamen, yang menghubungkan tulang satu sama liain. Ke empat ligamen tersebut adalah anterior cruciate ligament (ACL), posterior cruciate ligament (PCL), lateral collateral ligament (LCL) dan medial collateral ligament (MCL). ACL Anda berada pada posisi menyimpang di antara tulang paha dan tibia, dan menjaga agar tibia tidak bergerak maju ke depan tulang paha. ACL juga menyediakan stabilitas kepada lutut saat bergerak dari satu sisi ke sisi lain.

Cidera ACL

Anterior cruciate ligament yang robek merupakan jenis cidera lutut yang umum dijumpai, terutama pada orang-orang yang berpartisipasi ke dalam olah raga keras seperti bola basket, sepak bola, ski, dan hockey. Menurut Akademi Ahli Bedah Ortopedik Amerika (AAOS), kebanyakan cidera yang ditemukan pada olahraga jenis tersebut tidak disebabkan karena benturan dengan pemain atau atlit lain. Melainkan terjadi ketika seorang pemain terjatuh atau terpelintir saat bertanding. Di Amerika Serikat sendiri, terdapat lebih dari 200 ribu kasus cidera ACL setiap tahunnya, dan menurut AAOS, setengah dari cidera tersebut perlu mendapatkan rekonstruksi ACL.

Alasan rekonstruksi ACL perlu dilakukan

Operasi rekonstruksi ACL dilakukan untuk memperbaiki ACL yang robek dan mendapatkan stabilitas dan pergerakan pada lutut kembali. Meskipun demikian, tidak semua kasus ligamen yang rusak membutuhkan operasi rekonstruksi. Orang-orang yang aktif dan merasakan rasa sakit terus menerus perlu mendapatkan operasi. Rekonstruksi ACL terutama sangat direkomendasikan untuk mereka yang masih berusia muda dan aktif, menderita rasa sakit pada lutut terus menerus, cidera menyebabkan lutut menjadi melengkung saat melakukan aktivitas seperti berjalan, dan Anda adalah seorang atlit yang ingin terus aktif dapat melakukan olahraga tanpa hambatan.

Apakah rekonstruksi ACL berisiko?

Sama halnya dengan prosedur bedah medis lain, rekonstruksi ACL memiliki efek samping dan risikonya sendiri seperti pendarahan atau penggumpalan darah, rasa sakit pada lutut yang tidak kunjung reda, penularan penyakit apabila pencangkokan berasal dari cadaver atau mayat, infeksi, lutut terasa kaku atau lemah, hilangnya jarak pergerakan, dan proses penyembuhan yang tidak sempurna apabila pencangkokan ditolak oleh sistem kekebalan tubuh.  

Anak-anak dengan ACL yang robek memiliki risiko cidera piring pertumbuhan. Piring pertumbuhan ini mengijinkan tulang untuk tumbuh dan terletak di setiap ujung tulang lengan dan kaki. Apabila piring pertumbuhan cidera, hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan tulang yang lebih pendek. Dokter akan mengevaluasi beberapa jenis risiko ketika memutuskan apakah operasi rekonstruksi ACL harus enunggu hingga anak lebih tua dan piring pertumbuhan mereka sudah berubah menjadi tulang solid.

Operasi rekonstruksi ACL merupakan standar utama dalam merawat dan memperbaiki cidera lutut yang umum dijumpai ini. AAOS melaporkan bahwa ada sekitar lebih dari 82 hingga 90% operasi rekonstruksi ACL yang menghasilkan hasil yang memuaskan dan memberikan stabilitas pada lutut dengan sempurna dan sepenuhnya. Apabila Anda ingin mendapatkan operasi jenis ini, konsultasi dengan dokter terlebih dahulu guna mengetahui risiko dan manfaat untuk kondisi kesehatan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *