- Penyakit

Penyakit Pes dan Sejarahnya

PES yang disebabkan oleh bakteri yang disebut Yersinia pestis. Bakteri ini ditemukan pada hewan pengerat, terutama tikus dan kutu. Hewan dan manusia lain biasanya tertular bakteri dari gigitan tikus atau kutu.

Pada tahun 1300-an, PES atau yang dulu disebut sebagai “Kematian Hitam”, menewaskan sekitar 20 hingga 30 juta populasi di Eropa dan Asia.

Wabah PES tiba di Eropa pada sekitar Oktober 1347, ketika 12 kapal dari Laut Hitam merapat di pelabuhan Sisilia di Messina. Orang-orang yang berkumpul di dermaga disambut dengan kejutan yang mengerikan: Sebagian besar pelaut di atas kapal tewas, dan mereka yang masih hidup sakit parah dan ditutupi oleh bisul hitam yang mengeluarkan darah dan nanah.

Pihak berwenang Sisilia langsung memerintahkan armada “kapal kematian” tersebut untuk segera keluar dari pelabuhan, tetapi sayangnya sudah terlambat. Yang mengakibatkan, selama lima tahun ke depan, “Kematian Hitam” atau PES membunuh lebih dari 20 juta orang di Eropa, yaitu hampir sepertiga dari populasi benua tersebut.

Selama tiga abad berikutnya, wabah PES sering terjadi di seluruh benua dan Kepulauan Inggris. Wabah Besar PES London tahun 1664-66 menyebabkan sekitar 75.000 dan 100.000 kematian dalam suatu populasi yang diperkirakan berjumlah 460.000.

Bahkan sebelum tragedi “kapal-kapal kematian” masuk ke pelabuhan di Messina, banyak orang Eropa telah mendengar desas-desus mengenai “Wabah Besar” yang mengukir jalur maut melintasi rute perdagangan maritim dari Asia Tengah, yang terdiri dari Jalur Sutra. Memang, pada awal tahun 1340-an, penyakit PES telah melanda Cina, India, Persia, Suriah dan Mesir.

Wabah PES juga muncul di Cologne dan di Rhine dari tahun 1666 hingga 1670 dan di Belanda dari 1667 hingga 1669, dan setelah itu wabah PES mulai mereda di Eropa barat. Sekitar tahun 1675 dan 1684 wabah PES muncul di Afrika Utara, Turki, Polandia, Hongaria, Austria, dan Jerman, lalu berkembang ke utara. Malta kehilangan 11.000 jiwa pada tahun 1675 karena wabah ini, lalu Wina setidaknya kehilangan 76.000 jiwa pada tahun 1679, dan Praha kehilangan 83.000 jiwa pada tahun 1681. Di Prancis wabah PES terakhir terlihat pada tahun 1668, hingga penyakit tersebut muncul kembali di tahun 1720 di kota pelabuhan Marseille dan menewaskan 40.000 jiwa.

Selama abad ke-18 dan awal abad ke-19, wabah PES terus berlanjut di Turki, Afrika Utara, Mesir, Suriah, dan Yunani. Di abad ke-19 PES melanda lebih dari satu distrik di India: tahun 1815 di Gujarat, pada tahun 1815 di Sind, pada 1823 kaki bukit Himalaya, dan pada 1836 Rajasthan. Dan pada pertengahan 1800-an, PES telah menewaskan 12 juta orang di Cina.

Namun saat ini, berkat kondisi kehidupan yang lebih baik, antibiotik, dan sanitasi yang lebih baik, data statistik Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO saat ini menunjukkan hanya terdapat 2.118 kasus pada tahun 2003 di seluruh dunia.

Orang yang terinfeksi PES biasanya akan mengalami penyakit demam akut dengan gejala sistemik non-spesifik lainnya setelah masa inkubasi satu hingga tujuh hari, seperti serangan demam mendadak, kedinginan, sakit kepala dan tubuh, dan kelemahan, muntah, dan mual.

Konfirmasi mengenai PES membutuhkan pengujian di laboratorium. Praktik terbaik adalah mengidentifikasi Y. pestis dari sampel nanah dari bubo, darah atau dahak. Penyakit PES yang tidak diobati dapat berakibat fatal untuk Anda, sehingga diagnosis dan perawatan dini sangat penting untuk kelangsungan hidup dan pengurangan komplikasi pada penyakit ini. Segera kunjungi dokter Anda untuk mendapatkan perawatan yang tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *