- Uncategorized

Selain MRCP, Batu Empedu Bisa Diperiksa dengan Prosedur-Prosedur Ini

Magnetic resonance cholangio-pancreatography (MRCP) menghasilkan gambar hati, kantung empedu, saluran empedu, pankreas, dan saluran pankreas

Sebagai jawaban atas tantangan zaman, dunia medis terus berbenah dan melakukan pengembangan-pengembangan dalam segala hal. Tak terkecuali dalam upaya pemeriksaan untuk mendapat diagnosis pasien. Salah satu teknik pemeriksaan yang terbilang baru dalam dunia kedokteran adalah Magnetic Resonance Cholangio-Pancreatography atau disingkat MRCP.

Magnetic Resonance Cholangio-Pancreatography (selanjutnya akan ditulis “MRCP” saja) adalah sebuah perkembangan dunia medis di bidang radiologi diagnostik. Prosedur ini hadir untuk menggantikan metode ERCP yang sudah cukup lama dipertahankan. 

Sesuai dengan namanya, MRCP ini merupakan pemeriksaan pencitraan yang memanfaatkan resonansi gelombang elektromagnetik untuk mendapatkan gambaran atau citra dari kondisi organ pasien. Pemeriksaan ini bisa mendeteksi batu di kandung empedu dan saluran empedu dengan sangat baik, bahkan apabila ada kanker pada saluran empedu.

Bahkan, tingkat keakuratan metode pemeriksaan ini digadang-gadang mencapai angka 90%. Belum lagi prosedur ini terbilang relatif aman. Sayangnya, biaya pemeriksaan ini terbilang cukup mahal sehingga prosedur ini terkesan eksklusif.

Oleh karenanya, meski saat ini MRCP jadi yang paling efektif dalam memeriksa kondisi empedu, pankreas, atau organ-organ lain yang serupa, tetapi beberapa prosedur di bawah ini tetap bisa jadi pilihan. Berikut beberapa di antaranya:

  • Ultrasonografi atau USG

Pemeriksaan batu empedu yang biasa dilakukan adalah dengan USG (ultrasonografi). Pemeriksaan standar ini berguna untuk melihat lokasi keberadaan batu empedu pada hati dan kandung empedu.

Selain itu, metode ini akan membantu dokter melihat apakah juga terjadi penyumbatan, infeksi atau ruptur pada kandung empedu. Tak kalah dengan MRCP, keakuratan pemeriksaan USG ini juga dapat mencapai angka 95 persen.

Prosedur pemeriksaan USG akan semakin baik jika jalannya pemeriksaan dilakukan saat penderita sedang mengeluhkan gejalanya. Keuntungan USG dibanding dengan MRCP adalah, biaya yang dikeluarkan oleh pasien relatif lebih murah.

Keunggulan lain metode ini juga tidak adanya efek samping. Sedangkan, kelemahan metode pemeriksaan ini adalah kesulitan untuk melihat batu jika letaknya berada di saluran dan muara saluran empedu.

  • Pemeriksaan CT Scan

Pemeriksaan CT Scan yang dilakukan akan memperlihatkan lebih detail lagi mengenai keberadaan batu, ada atau tidaknya sumbatan, dan pelebaran saluran empedu serta berbagai komplikasi yang terjadi seperti peradangan maupun kandung empedu yang pecah (ruptur). Sayangnya, metode pemeriksaan ini lebih mahal dibandingkan metode pemeriksaan dengan USG.

  • Hepatobilliary Scan atau HIDA

Hepatobiliary iminodiacetic acid atau lebih mudah disebut HIDA scan sebenarnya tidak secara spesifik diperuntukkan untuk mendeteksi keberadaan batu empedu. Prosedur ini cenderung digunakan untuk memastikan apakah terjadi penyumbatan di duktus sistikus atau tidak, baik itu karena adanya batu maupun peradangan.

Selain itu, dengan metode ini, dokter dapat memastikan bagaimana fungsi ekskresi hati seseorang, misalnya untuk mengetahui apakah ada gangguan dalam proses pengeluaran garam empedu atau tidak.  

  • Endoscopic Retrograde Cholangio-Pancreatography atau ERCP

Seperti sudah disinggung di awal, metode ERCP ini sudah mulai ditinggalkan semenjak dunia medis menemukan metode MRCP. Namun, sebelumnya metode ini digunakan untuk memastikan keberadaan batu, terutama pada duktus koledokus. 

Prosedurnya sama seperti endoskopi pada umumnya, yakni dilakukan dengan memasukan pipa lentur melalui mulut menuju lambung dan usus dua belas jari. Setelah mencapai usus dua belas jari, pipa kecil (kanula) dimasukkan menuju duktus koledokus setelah sebelumnya, zat kontras iodium disemprotkan ketika pipa berada di pintu masuk duktus koledokus.

Bila keberadaan batu ditemukan dalam duktus koledokus, batu akan langsung dikeluarkan saat itu juga. Karena itu, selain bersifat diagnostik, ERCP juga bersifat terapi. Inilah keunggulan utamanya.

***

Itulah beberapa prosedur yang bisa digunakan untuk memeriksa kondisi empedu selain MRCP. Jika Anda memiliki keleluasaan, dalam hal apa saja, serta petugas atau fasilitas medis mampu mengakomodirnya, sebaiknya lakukan MRCP untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *