- Kehamilan

Bikini Waxing pada Ibu Hamil, Apakah Berbahaya?

Bikini Waxing pada Ibu Hamil, Apakah Berbahaya?

Saat hamil, bukan berarti Anda tidak perlu lagi memerhatikan penampilan. Tampil cantik dan menarik saat hamil tetap menjadi prioritas penting bagi wanita. Tak terkecuali perawatan kebersihan bulu bikini waxing atau menghilangkan rambut di sekitar kemaluan. Sebelum hamil, perawatan ini mungkin biasa dilakukan. Akan tetapi, apakah masih diperbolehkan dan tidak menimbulkan bahaya jika dilakukan dalam kondisi hamil?

Risiko bikini waxing saat hamil

Pada saat hamil, pertumbuhan rambut di kulit akan lebih cepat dari biasanya. Namun, bikini waxing bukan menjadi cara yang tepat untuk menghilangkan rambut di area kemaluan berkaitan dengan berbagai risiko yang akan terjadi.

  1. Kulit ibu hamil lebih sensitif

Perubahan hormon selama kehamilan menyebabkan kulit lebih sensitif, meskipun sebelumnya kulit Anda baik-baik saja dan bertipe normal. Sensitifitas kulit terjadi apabila ada rangsangan dari luar seperti sinar matahari, makanan, parfum, deterjen, panas, termasuk krim waxing dan tindakan eksternal lainnya. 

Melakukan bikini waxing di area sensitif seperti pubis saat hamil bisa menyebabkan kulit lebih mudah terluka, bengkak, nyeri, dan rasa tak nyaman berkali-kali lipat lebih besar dibandingkan dengan keadaan normal.

  1. Rentan timbul ingrown hair

Ingrown hair atau kejadian rambut tumbuh ke dalam dan folikulitis (peradangan pada folikel rambut) merupakan hal yang sangat lumrah terjadi selama kehamilan. Jika kulit diberikan tekanan besar seperti saat melakukan bikini waxing, maka kemungkinan ingrown hair akan semakin besar pula. 

Jangankan melakukan waxing, menggunakan pakaian yang ketat saat hamil juga memicu pertumbuhan ingrown hair terutama di bagian pantat, perut bagian bawah, dan paha bagian dalam. 

  1. Sumber bakteri dan infeksi

Folikel rambut mengalami pengikisan setelah dilakukan waxing sehingga kulit lebih rentan terinfeksi bakteri dan kuman. Jika kondisinya parah dan tidak tertangani dengan baik, risiko serius yang mungkin terjadi berupa kelahiran prematur dan infeksi pada bayi baru lahir. Peralatan waxing juga belum bisa dijamin sterilitasnya tergantung pada kualitas salon atau klinik yang digunakan.   

  1. Hamil dengan kondisi edema dan hipertensi

Apabila ibu hamil mendapat diagnosa edema, biasanya dokter tidak menyarankan untuk melakukan bikini waxing. Prosedur waxing membuat kondisi bengkak, kemerahan, dan tekstur lembek pada kulit penderita edema semakin parah. Ibu hamil yang memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi juga tidak dianjurkan melakukan bikini waxing. 

Cara merawat rambut daerah intim saat hamil

Tidak melakukan bikini waxing bukan berarti tidak bisa merawat tubuh dengan semestinya. Ada berbagai cara lain yang bisa dilakukan untuk merawat rambut di sekitar daerah intim saat hamil. 

Biasanya dokter menyarankan mencukur bulu kemaluan sebelum memasuki kehamilan minggu ke 36. Mencukur dilakukan dengan tujuan mempermudah penjahitan setelah kelahiran dan mencegah infeksi penyakit ke bayi saat melahirkan. Mencukur memiliki risiko lebih rendah terhadap kesehatan ibu hamil dibandingkan dengan bikini waxing.

Saat hamil, tubuh mengalami perubahan termasuk kondisi vagina rentan terkena bakteri karena peningkatan hormon estrogen. Pastikan memakai underwear yang tidak ketat sehingga vagina mendapatkan sirkulasi udara yang cukup. Dengan demikian, Anda bisa meminimalisir timbulnya jamur.  

Konsumsi makanan sumber vitamin A, asam folat, dan vitamin D bisa membantu mengurangi infeksi bakteri pada vagina. Sementara, peningkatan konsumsi lemak mampu meningkatkan infeksi.Pada dasarnya, informasi mengenai diperbolehkan atau tidak melakukan bikini waxing masih dalam perdebatan. Sebagian sumber memperbolehkannya, namun di sisi lain risiko yang ditimbulkan juga cukup berbahaya. Sebelum melakukan bikini waxing, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter kandungan agar diberikan solusi paling tepat sesuai kondisi tubuh saat hamil.     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *