Ini Gejala Diare Wisatawan dan Cara Mengatasinya
- Penyakit

Ini Gejala Diare Wisatawan dan Cara Mengatasinya

Jika Anda sedang berpergian dan mengalami diare yang tak biasa, mungkin Anda sedang menderita diare wisatawan. Diare ini terjadi karena konsumsi makanan atau cairan yang tidak dikenal oleh tubuh.

Ketika melakukan perjalanan ke daerah lain, makanan dan minuman yang tersedia mungkin memiliki kandungan yang berbeda dari makanan atau minuman yang biasanya Anda konsumsi. Tubuh Anda tidak terbiasa dengan kandungan ini, sehingga sistem pencernaan Anda rentan terganggu dan mengakibatkan diare.

Gejala yang dialami ketika mengalami diare wisatawan

Sebenarnya, gejala dari diare wisatawan tidak jauh berbeda dengan diare pada umumnya. Salah satu gejala yang paling sering muncul adalah nyeri perut dan buang air besar dalam bentuk cairan.

Selain itu, ada beberapa gejala lain yang mungkin Anda rasakan, seperti mual dan muntah, demam, kembung, kehilangan selera makan, serta terus-menerus ingin buang air besar. Gejala-gejala ini adalah gejala yang normal dan biasanya juga terjadi saat Anda mengalami diare biasa.

Namun, bila diare yang Anda alami cukup parah, Anda akan merasakan gejala berupa: 

  • Muntah terus menerus selama lebih dari 4 jam
  • Nyeri parah dan tak tertahankan di area perut
  • Darah saat buang air besar
  • Demam tinggi lebih dari 39 derajat celcius
  • Tidak mampu menahan cairan
  • Gejala dehidrasi

Apabila gejala yang parah seperti di atas terjadi, Anda perlu segera mendapatkan penanganan dari dokter. 

Cara mengobati gejala diare wisatawan

Sebagian pasien yang mengalami diare wisatawan bisa sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan khusus. Akan tetapi, bila gejalanya tak kunjung menghilang, Anda mungkin akan mendapatkan pengobatan dengan cara:

  • Obat antidiare

Obat antidiare bisa memberikan bantuan secara cepat dengan mengurangi kejang otot di saluran pencernaan. Dengan begitu, waktu transit dalam sistem pencernaan akan lebih lambat, sehingga Anda tidak akan terus menerus ingin buang air besar.

Dalam mengatasi diare, obat antidiare menjadi upaya pengobatan yang paling efektif. Akan tetapi, obat ini sebaiknya tidak diminum oleh anak-anak atau oleh pasien yang mengalami gejala tambahan berupa demam atau pendarahan saat buang air besar. 

  • Bismuth subsalicylate

Bismuth subsalicylate adalah salah satu jenis obat yang juga sering digunakan untuk mengatasi diare wisatawan. Obat ini bekerja dengan mengurangi frekuensi Anda buang air besar.

Selain itu, obat ini juga membantu dalam memperpendek durasi penyakit yang Anda derita. Sebaiknya, obat ini tidak dikonsumsi bagi Anda yang memiliki alergi terhadap aspirin dan sedang hamil. 

  • Antibiotik

Antibiotik dikenal efektif dalam menyembuhkan berbagai jenis penyakit, salah satunya diare. Biasanya, antibiotik diresepkan oleh dokter apabila diare yang Anda alami cukup parah.

Pemberian antibiotik secara khusus dilakukan bila pasien mengalami gejala berupa buang air besar lebih dari empat kali dalam sehari, demam, dan mengeluarkan darah serta nanah saat buang air besar. 

  • Obat resep dokter

Dokter bisa meresepkan obat khusus bagi Anda sesuai dengan penyebab dari diare. Sebagai contoh, jika diare disebabkan oleh infeksi bakteri, maka dokter akan meresepkan obat antibakteri khusus untuk Anda.

Selain itu, apabila diare yang Anda alami telah menyebabkan Anda mengalami dehidrasi, Anda juga akan dirawat sementara waktu di rumah sakit dan diberikan cairan infus. 

Diare wisatawan bukanlah kondisi yang berbahaya dan sulit untuk disembuhkan. Ini sangat wajar terjadi saat Anda sedang berpergian. Sebaiknya, selalu siapkan obat diare untuk mengantisipasi apabila Anda mengalami diare ketika melakukan perjalanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *