- Penyakit

Sering Alami Disuria? Pahami 6 Penyakit Pemicunya

Pernah mendengar disuria? Mungkin istilah medis ini masih terdengar agak asing di telinga. Padahal jika bahasanya disederhanakan, Anda akan sangat memahami mengenai kondisi medis yang satu ini. Disuria merupakan rasa tidak nyaman yang seseorang rasakan ketika buang air kecil. Ketidaknyamanan tersebut beraneka rupa rasanya, mulai dari rasa panas, terbakar, sampai nyeri tertusuk.

Disuria bisa dialami siapa saja. Namun, ada kecenderungan perempuan lebih rentan mengalami kondisi medis ini dibandingkan laki-laki. Ketiak mengalami disuria, Anda tidak perlu terlalu khawatir, melainkan mencari penyebab pastinya guna bisa menghilangkan sensasi tidak nyaman yang timbul setiap kali membuang air kecil.

Disuria bukanlah suatu penyakit. Disuria justru merupakan kondisi medis bawaan yang menjadi gejala dari penyakit-penyakit lain yang ada di tubuh Anda. Jika Anda sering mengalami disuria, artinya ada kemungkinan Anda mengidap penyakit-penyakit di bawah ini.

  1. Infeksi Prostat

Bagi laki-laki jika Anda kerap mengalami disuria, cobalah periksa kesehatan bagian protat Anda. Bisa jadi, ada infeksi bakteri yang berkepanjangan di area tersebut. Ketika mengalami infeksi prostat, Anda akan cukup sering buang air kecil, khususnya ketika malam hari. Tingkat keseringan buang air kecil dikarenakan tidak lancarnya aliran air seni pada saluran kemih. Setiap buang air kecil, Anda pun akan merasakan nyeri akibat tidak tuntasnya air seni yang keluar.

  • Infeksi Saluran Kemih

Kondisi disuria sangar rentan menghampiri orang-orang yang memiliki permasalahan infeksi saluran kemih. Tidak hanya merasa panas dan sakit tiap kali buang air kecil, penderita infeksi saluran kemih juga cenderung memiliki bau air kecil yang tidak sedap. Bahkan dalam tahap yang parah, air seni penderita infeksi saluran kemih bisa mengeluarkan darah.

  • Infeksi Menular Seksual

Berbagai jenis penyakit menular seksual memiliki kecenderungan gejala disuria. Beberapa penyakit menular seksual yang menimbulkan rasa nyeri ketika buang air kecil, yakni herpes genital, gonore, serta klaimidia. Karena itu ada kecenderungan, orang-orang yang aktif melakukan hubungan seksual lebih rentan mengalami disuria karena aktivitas tersebut bisa memicu infeksi menular seksual.

  • Batu Ginjal

Ginjal yang bermasalah juga berkaitan erat dengan kondisi nyeri yang Anda alami ketika buang air kecil. Khususnya ketika Anda mengalami sakit batu ginjal, kondisi disuria kerap akan Anda alami. Pasalnya, batu ginjal umum terletak di dekat kandung kemih. Tidak hanya merasa sakit ketika buang air kecil, penderita batu ginjal juga akan mengalami perubahan warna urine menjadi lebih gelap. Jika urine umumnya berwarna jernih agak kekuningan, urine penderita batu ginjal bisa berwarna cokelat.

  • Kista Ovarium

Kista juga bisa menjadi penyebab kondisi disuria bagi perempuan, khususnya apabila kita tersebut berada di bagian ovarium. Perempuan-perempuan yang menderita kista ovarium di salah satu sisi atau kedua sisinya akan cenderung mengalami rasa sakit ketika mengeluarkan urine. Kondisi tidak nyaman ketika buang air kecil pada penderita kista ovarium turut dipengaruhi menjadi tidak pekanya penderita terkait kondisi kandung kemihnya sudah kosong atau masih ada urine yang tersisa.

  • Kanker

Beberapa jenis kanker sangat berpotensi menimbulkan kondisi disuria bagi para penderitanya. Jenis kanker yang kerap membuat rasa tidak nyaman ketika buang air kecil, di antaranya kanker prostat, kanker uretra, dan kanker vagina. Di mana semua kanker tersebut berhubungan dengan saluran pembuangan air seni seseorang.

***

Jika Anda terlalu sering mengalami disuria, cobalah untuk berkonsultasi ke dokter. Sebab sangat mungkin, ada sedang mengidap jenis penyakit yang cukup membahayakan. Jadi, jangan malas memeriksakan kesehatan diri, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *